Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

"Menentukan Daun Lengkap dan Tidak Lengkap "


PENDAHULUAN
Latar Belakang
Keladi (Colocassia esculentum) merupakan sekelompok tumbuhan dari genus Colocasia (suku talas-talasan, Araceae). Dalam bahasa sehari-hari keladi kerap juga dipakai untuk menyebut beberapa tumbuhan lain yang masih sekerabat, seperti talas. Keladi sejati jarang membentuk umbi yang membesar. Asal tumbuhan ini dari hutan Brazil namun sekarang tersebar ke berbagai penjuru dunia. Penciri yang paling khas dari keladi adalah bentuk daunnya yang seperti simbol hati/jantung. Daunnya biasanya licin dan mengandung lapisan lilin. Ukuran keladi tidak pernah lebih daripada 1m (Holman, 1995 ).
Semua bagian keladi beracun dan tidak boleh dikonsumsi. Walaupun demikian, penggunaannya sebagai tanaman hias cukup luas. Tumbuhan ini sudah ditangkarkan dan dimuliakan sejak akhir abad ke-18 di Eropa. Terutama C. esculentum  telah mengalami banyak perubahan sifat menjadi berdaun warna-warni. Terdapat pula kultivar yang katai. Paling tidak terdapat 120 kultivar esculentum. Terdapat pula persilangan antarspesies dengan C. burgkii untuk mendapatkan helai daun yang bergelombang. Keladi dapat memunculkan anakan dan dari sini dapat dikembangkan tumbuhan baru (Coronel, 1985).
Lalang ialah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian. Nama ilmiahnya adalah Imperata cylindrica, dan ditempatkan dalam anak suku Panicoideae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai bladygrass, cogongrass, speargrass, silver-spike atau secara umum disebut satintail, mengacu pada malai bunganya yang berambut putih halus. Orang Belanda menamainya snijgras, karena sisi daunnya yang tajam melukai. Rumput menahun dengan tunas panjang dan bersisik, merayap di bawah tanah. Ujung (pucuk) tunas yang muncul di tanah runcing tajam, serupa ranjau duri (Steenis, 1981).
Lalang menyebar alami mulai dari India hingga ke Asia timur, Asia Tenggara, Mikronesia dan Australia. Kini alang-alang juga ditemukan di Asia utara, Eropa, Afrika, Amerika dan di beberapa kepulauan. Namun karena sifatnya yang invasif tersebut, di banyak tempat alang-alang sering dianggap sebagai gulma yang sangat merepotkan. Secara umum, alang-alang digunakan untuk melindungi lahan-lahan terbuka yang mudah tererosi. Kecepatan tumbuh, jalinan rimpang alang-alang di bawah tanah, serta tutupan daunnya yang rapat, memberikan manfaat perlindungan yang dibutuhkan itu (wikipedia, 2010).
Nangka adalah nama sejenis pohon, sekaligus buahnya. Pohon nangka termasuk ke dalam suku Moraceae; nama ilmiahnya adalah Artocarpus Integra. Pohon nangka umumnya berukuran sedang, sampai sekitar 20 m tingginya, walaupun ada yang mencapai 30 meter. Batang bulat silindris, sampai berdiameter sekitar 1 meter. Tajuknya padat dan lebat, melebar dan membulat apabila di tempat terbuka. Seluruh bagian tumbuhan mengeluarkan getah putih pekat apabila dilukai (Limes, 2000).
Tumbuhan nangka berumah satu (monoecious), perbungaan muncul pada ketiak daun pada pucuk yang pendek dan khusus, yang tumbuh pada sisi batang atau cabang tua. Bunga jantan dalam bongkol berbentuk gada atau gelendong, 1-3 × 3-8 cm, dengan cincin berdaging yang jelas di pangkal bongkol, hijau tua, dengan serbuk sari kekuningan dan berbau harum samar apabila masak. Bunga nangka disebut babal. Setelah melewati umur masaknya, babal akan membusuk (ditumbuhi kapang) dan menghitam semasa masih di pohon, sebelum akhirnya terjatuh. Bunga betina dalam bongkol tunggal atau berpasangan, silindris atau lonjong, hijau tua (Verheij, 1997).
Nangka tumbuh dengan baik di iklim tropis sampai dengan lintang 25˚ utara maupun selatan, walaupun diketahui pula masih dapat berbuah hingga lintang 30˚. Tanaman ini menyukai wilayah dengan curah hujan lebih dari 1500 mm pertahun di mana musim keringnya tidak terlalu keras. Nangka kurang toleran terhadap udara dingin, kekeringan dan penggenangan. Pohon nangka yang berasal dari biji, mulai berbunga pada umur 2-8 tahun. Sedangkan yang berasal dari klon mulai berbunga di umur 2-4 tahun. Di tempat yang cocok, nangka dapat berbuah sepanjang tahun (wikipedia, 2010)

TUJUAN PRAKTIKUM
            Menentukan jenis-jenis daun tumbuhan apakah termasuk daun lengkap (Completus ) apakah tidak lengkap ( Incompletus ).
TINJAUAN PUSTAKA
Daun keladi memiliki bagian-bagian daun yang lengkap karena memiliki pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Daun seperti bangun perisai denga ujung daun yang tumpul. Untuk pangkal daunnya bulat sehingga tepi daun dapat bertemu. Bentuk tepi daun dari daun keladi ini adalah berombak (berlekuk) dengan daging daun tipis lunak. Permukaan daun bagian atasnya licin mengkilap sedangkan bagian bawahnya licin. Warna daunnya hijau (Steenis, 1981).
Pohon, tinggi 10-15 m.Tegak , berkayu, bulat, kasar, percabangan simpodial , hijau kotor.Tunggal , berseling , lonjong , mengkilat, pertulangan menyirip ,  daging daun tebal , tepi rata, ujung runcing,pangkal tumpul , panjang 5-15 cm , lebar 4-5 cm , tangkai panjang + 2 cm , hijau.Bentuk bulir , sllindris , berkelamin dua , di ketiak daun , tangkai bulat memanjang , hijau , bulir betina silindris , ujung berpon-pori , kepala putik pipih , bulir jantan bengkok , hijau kekuningan , mahkota kuning , kuning.Bulat telur , berkulit tipis , putih.Akarnya tunggang , kuning kecoklatan (Coronel, 1985).
Penciri yang paling khas dari keladi adalah bentuk daunnya yang seperti simbol hati/jantung. Daunnya biasanya licin dan mengandung lapisan lilin. Ukuran keladi tidak pernah lebih daripada 1m. Beberapa jenis dan hibridanya dipakai sebagai tanaman hias pekarangan. Keladi merupakan sekelompok tumbuhan dari genus Colocasia (suku talas-talasan, Araceae). Dalam bahasa sehari-hari keladi kerap juga dipakai untuk menyebut beberapa tumbuhan lain yang masih sekerabat, seperti talas. Keladi sejati jarang membentuk umbi yang membesar. Asal tumbuhan ini dari hutan Brazil namun sekarang tersebar ke berbagai penjuru dunia (Holman, 1995 ).
Lalang atau gulma dapat dikenal daunya yaitu berdaun lebar dan berdaun sempit, gulma yang berdaun lebar dari golongan berkeping dua dan berkeping tunggal bentuk tepi daun gulma bermacam – macam, misalnya : lurus, berombak, dan berlekuk . Helaian daun berbentuk garis (pita panjang) lanset berujung runcing, dengan pangkal yang menyempit dan berbentuk talang, panjang 12-80 cm, bertepi sangat kasar dan bergerigi tajam, berambut panjang di pangkalnya, dengan tulang daun yang lebar dan pucat di tengahnya. Karangan bunga dalam malai, 6-28 cm panjangnya, dengan anak bulir berambut panjang (putih) lk. 1 cm, sebagai alat melayang bulir buah bila masak (Heyne, 1987).
Lalang dapat berbiak dengan cepat, dengan benih-benihnya yang tersebar cepat bersama angin, atau melalui rimpangnya yang lekas menembus tanah yang gembur. Berlawanan dengan anggapan umum, alang-alang tidak suka tumbuh di tanah yang miskin, gersang atau berbatu-batu. Rumput ini senang dengan tanah-tanah yang cukup subur, banyak disinari matahari sampai agak teduh, dengan kondisi lembab atau kering. Gulma ini dengan segera menguasai lahan bekas hutan yang rusak dan terbuka, bekas ladang, sawah yang mengering, tepi jalan dan lain-lain (Robbins, 1995).
Alang- alang adalah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma di lahan pertanian. Nama ilmiahnya adalah Imperata cylindrica, dan ditempatkan dalam anak suku Panicoideae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai bladygrass, cogongrass, speargrass, silver-spike atau secara umum disebut satintail, mengacu pada malai bunganya yang berambut putih halus. Rumput menahun dengan tunas panjang dan bersisik, merayap di bawah tanah. Ujung (pucuk) tunas yang muncul di tanah runcing tajam, serupa ranjau duri (wikipedia, 2010).
Nangka adalah nama sejenis pohon, sekaligus buahnya. Pohon nangka termasuk ke dalam suku Moraceae; nama ilmiahnya adalah Artocarpus Integra. Pohon nangka umumnya berukuran sedang, sampai sekitar 20 m tingginya, walaupun ada yang mencapai 30 meter. Batang bulat silindris, sampai berdiameter sekitar 1 meter. Tajuknya padat dan lebat, melebar dan membulat apabila di tempat terbuka. Seluruh bagian tumbuhan mengeluarkan getah putih pekat apabila dilukai (Limes, 2000).
Daun tunggal, tersebar, bertangkai 1-4 cm, helai daun agak tebal seperti kulit, kaku, bertepi rata, bulat telur terbalik sampai jorong (memanjang), 3,5-12 × 5-25 cm, dengan pangkal menyempit sedikit demi sedikit, dan ujung pendek runcing atau agak runcing. Daun penumpu bulat telur lancip, panjang sampai 8 cm, mudah rontok dan meninggalkan bekas serupa cincin. Tumbuhan nangka berumah satu (monoecious), perbungaan muncul pada ketiak daun pada pucuk yang pendek dan khusus, yang tumbuh pada sisi batang atau cabang tua (Verheij, 1997).
BAHAN DAN ALAT
Tempat dan Waktu
Praktikum Morfologi dan Anatomi Tumbuhan ini dilakukan  di laboratorium Morfologi dan Anatomi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Jln. Gedung Arca no 53 Medan.
Praktikum Morfologi dan Anatomi tumbuhan ini dilakukan pada hari rabu tanggal 3 November 2010, dan selesai pada hari rabu tanggal 3 November 2010.

Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam praktikum Morfologi dan Anatomi Tumbuhan ini adalah Colocassia esculentum (keladi), Imperata cylindrica (lalang) , dan  Artocarpus integra (nangka).
   Alat yang digunakan dalam praktikum Morfologi dan anatomi Tumbuhan ini adalah Buku gambar, Pensil, Pulpen, Penghapus, Serbet dan kain flannel.


PELAKSANAAN PERCOBAAN
1.      Bahan peraktikum yang telah dibawah, antara lain: Colocassia esculentum (keladi), Imperata cylindrica (lalang) , dan  Artocarpus integra (nangka).
2.      Mengamati jenis daun tumbuhan Colocassia esculentum (keladi), Imperata cylindrica (lalang) , dan  Artocarpus integra (nangka).
3.      menentukan jenis- jenis daun tumbuhan apakah termasuk daun lengkap (Completus) atau daun tidak lengkap (Incompletus).
4.      Menggambar bagian- bagian daun secara keseluruhan.
5.      Memberikan keterangan pada bahan  tersebut.








DAFTAR PUSTAKA
Coronel, R.E. 1997.  Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 1, Gramedia. Jakarta.
Heyne, K. 1987.  Tumbuhan Berguna Indonesia, jil 1, Yayasan Sarana Wana         Jaya. Jakarta.

Holman, R.M. 1995. A Textbook of General Botany for Colleges and           Universities, Sons Inc. New York.

Limes, K. 2000. Citrus aurantifolia, Gramedia. Jakarta.
Robbins, W.W. 2005. Imperata cylindrical, Gramedia. Jakarta.
Steenis, V. 1981.  flora, untuk sekolah di Indonesia, PT. Pradnya paramita.             Jakarta.

Verheij, E.W.M. 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2 : Buah- buahan       yang dapat dimakan, Gramedia. Jakarta.

Wikipedia, 2010. http://www.wikipedia.com.




.PERTANYAAN
1.     Jelaskan kedudukan tumbuh- tumbuhan diatas dalam sistematik ?
2.      Apakah daun tersebut dibawah termasuk daun lengkap atau tidak lengkap
a.      Musa paradisica
b.      Ficus benyamina
c.       Saccharum officinarum










JAWABAN
1.       
·         Nama binomial            :           Colocassia esculentum
Kingdom                     :           Plantae
Divisi                           :           Magnoliophyta
Kelas                           :           Liliopsida
Ordo                            :           Alismatales
Famili                          :           Araceae          
Genus                          :           Colocasia
Spesies                        :           Colocassia esculentum

·         Nama binomial            :           Imperata  cylindrica
Kingdom                     :           plantae
Divisi                           :           Magnoliophyta
Kelas                           :           Magnoliopsida
Ordo                            :           Poales
Famili                          :           Poaceae imperata
Genus                          :           Imperata
Spesies                        :           Imperata  cylindrica

·         Nama binomial            :           Artocarpus integra
Kingdom                     :           plantae
Divisi                           :           Magnoliophyta
Kelas                           :           Magnoliopsida
Ordo                            :           Urticales
Famili                          :           Moraceae
Genus                          :           Artocarpus
Spesies                        :           Artocarpus integra
2.       
a)      Musa paradisica (pisang) adalah daun lengkap, karena memiliki :
1.      Vagina (pelepah daun)
2.      Petiolus (tangkai daun)
3.      Lamina (helai daun)
b)      Ficus benyamina (daun beringin) adalah daun tidak lengkap, karena hanya memiliki Petiolus (tangkai daun) dan lamina (helai daun), sedangkan tidak memiliki vagina (pelepah daun).

c)      Saccharum officinarum (tebu) adalah daun lengkap, karena memiliki :
1.      Vagina (pelepah daun)
2.      Petiolus (tangkai daun)
3.      Lamina (helai daun)





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar